Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi peserta didik untuk meningkatkan keimanan sekaligus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang edukatif dan bernilai keagamaan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di SMKN 9 Semarang adalah Lomba Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan di bidang keislaman, baik secara akademik maupun non-akademik.
Lomba Pesantren Ramadhan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter dan keagamaan peserta didik. Melalui berbagai cabang lomba, siswa didorong untuk meningkatkan keberanian, kreativitas, kemampuan berpikir, serta pemahaman terhadap nilai-nilai Islam. Kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan Program Kerja Sekolah Tahun Pelajaran 2025/2026 dan Program Pembinaan Karakter dan Keagamaan Peserta Didik.
Lomba Pesantren Ramadhan dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026, mulai pukul 07.30 hingga 14.45. Kegiatan berlangsung di beberapa lokasi di lingkungan SMKN 9 Semarang, yaitu Aula SMKN 9, Masjid SMKN 9, LAB BTC, dan Ruang 21. Pembagian lokasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang lomba agar pelaksanaan dapat berlangsung secara tertib dan kondusif.
Peserta lomba merupakan perwakilan dari setiap kelas yang mengikuti perlombaan secara individu maupun kelompok. Setiap kelas mengirimkan siswa yang dianggap mampu mewakili kelasnya pada cabang lomba yang tersedia. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh panitia dan dewan juri yang bertugas mengatur jalannya perlombaan serta melakukan penilaian sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Terdapat lima cabang lomba dalam kegiatan Pesantren Ramadhan, yaitu Tilawah Al-Qur’an, Khitabah, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIA), Cerdas Cermat, dan Lagu Religi. Masing-masing cabang memiliki ketentuan dan aspek penilaian yang berbeda sesuai dengan kemampuan yang ingin dikembangkan.
Pada lomba Tilawah Al-Qur’an, peserta menunjukkan kemampuan membaca ayat Al-Qur’an dengan ketentuan durasi dan maqra’ yang ditentukan melalui undian. Sementara itu, lomba Khitabah menguji kemampuan peserta dalam menyampaikan pidato dengan bahasa yang baik serta menyertakan ayat Al-Qur’an atau hadis yang relevan.
Cabang KTIA memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis ilmiah dengan mengangkat pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur’an. Peserta diberikan 360 menit untuk menyelesaikan karya sesuai dengan ketentuan lomba. Selanjutnya, Cerdas Cermat menguji pengetahuan peserta mengenai materi keislaman melalui dua tahap, yaitu babak penyisihan dan final.
Adapun lomba Lagu Religi menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan vokal dan penampilan melalui lagu bernuansa Islami. Setiap peserta dituntut memberikan penampilan terbaik dengan tetap mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Penilaian dilakukan oleh dewan juri secara objektif berdasarkan kriteria masing-masing cabang lomba, dengan keputusan juri bersifat final.